Jumat, 28 April 2017

Model Manajemen Kas



MODEL MANAJEMEN KAS 



1.  Pengertian Kas
Kas merupakan salah satu bagian dari aktiva yang memiliki sifat paling lancar (paling likuid) dan paling mudah berpindah tangan dalam suatu transaksi. Transaksi tersebut misalnya untuk pembayaran gaji atau upah pekerja, membeli aktiva tetap, membayar hutang, membayar dividen dan transaksi lain yang diperlukan perusahaan. Kas merupakan aktiva yang tidak dapat langsung menghasilkan ‘laba’, dalam arti tidak bisa untuk mendapatkan laba secara langsung dalam operasi perusahaan. Kas perlu dikelola secara efektif dan efisien supaya pemanfaatan kas dapat optimal.
            Kas dibutuhkan untuk operasional sehari-hari (sebagai modal kerja) maupun untuk pembelian aktiva tetap memiliki sifat kontinyu dan tidak kontinyu. Kebutuhan kas kontinu atau yang terus menerus misalnya bagian produksi untuk membeli bahan baku, bahan penolong, membayar upah tenaga kerja harian dan gaji karyawan tetap, membayar biaya pemeliharaan, membeli suplies kantor habis pakai atau perlengkapan pabrik dan pengeluaran tunai lainnya. Tanpa ada kas yang cukup kegiatan produksi akan terganggu dan akibatnya mengganggu bagian lain yang terkait. Bagian pemasaran membutuhkan kas untuk membayar biaya iklan, promosi, membayar biaya angkut dsb.  Tanpa ada kas yang cukup kegiatan pemasaran terganggu dalam menjual produk yang dihasilkan. Kebutuhan kas untuk berbagai pembayaran tersebut merupakan aliran kas keluar (cash outflow) atau termasuk dalam pembelanjaan aktif. Sedangkan kebutuhan kas yang tidak kontinyu atau tidak rutin untuk pembelian aktiva tetap, pembayaran angsuran hutang, pembayaran dividen, pembayaran pajak, dsb.
Aliran kas masuk (cash inflow) atau termasuk dalam pembelanjaan pasif merupakan aliran sumber-sumber dari mana kas diperoleh. Aliran kas masuk juga ada yang sifatnya terus menerus (rutin) dan tidak terus menerus (tidak rutin). Aliran kas masuk yang kontinyu (rutin) sebagian besar berasal dari penjualan produk utama perusahaan yang dijual secara tunai, dan juga dari penerimaan piutang yang telah dijadwalkan sesuai dengan penjualan kredit yang dilakukan. Penerimaan kas yang tidak rutin antara lain penerimaan dari uang sewa gedung, penjualan aktiva yang tidak terpakai, penerimaan modal saham dari para investor, penerimaan hutang atau kredit dari bank, dan penerimaan bunga.
Dengan adanya aliran kas masuk dan aliran kas keluar yang kontinyu dan tidak kontinyu, maka sangat penting usaha pengelolaan kas ini. Perimbangan pengeluaran dan penerimaan kas harus disesuaikan dengan kepentingan perusahaan. Perusahaan harus menentukan berapa besarnya kas minimal yang harus ada, dan menentukan berapa kas yang ideal boleh disimpan sehingga operasi perusahaan tidak terganggu dan kas yang ada tidak menganggur terlalu lama.

2.  Persediaan Kas Minimal
Jumlah uang kas minimal yang harus ada di perusahaan berbeda-beda antara yang satu dengan lainnya, hal ini sangat tergantung pada besar kecilnya dan kemampuan perusahaan. Di samping itu kas minimal juga tergantung pada prediksi atau estimasi besarnya aliran kas masuk dan kas keluar beserta penyimpangannya. Estimasi aliran kas keluar perlu mempertimbangkan adanya biaya yang keluar secara tunai dan biaya yang tidak tunai. Dalam perencanaan kas, biaya yang tidak tunai seperti penyusutan tidak diperhitungkan dalam menentukan jumlah kas minimal perusahaan. Hubungan baik dengan pihak perbankan, suplier dan perantara juga mempengaruhi besarnya persediaan kas minimal yang harus dijaga oleh perusahaan.
Perusahaan harus memiliki persediaan kas minimal yang harus ada setiap saat, atau sering disebut persediaan besi (safety cash). Persediaan minimal kas pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan persediaan minimal pada persediaan barang. Persediaan kas minimal ini bertujuan untuk menjaga agar kelangsungan operasi perusahaan tetap terjamin dan dapat memenuhi kewajiban finansial perusahaan apabila sewaktu-waktu harus dibayar. Kewajiban finansial ini dapat berupa hutang lancar maupun biaya-biaya baik biaya tetap maupun biaya variabel yang harus segera harus dibayar untuk kelangsungan operasi perusahaan. Ketersediaan kas dalam perusahaan merupakan hal yang mutlak.
Kas merupakan salah satu aktiva yang memiliki likuiditas paling tinggi. Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban yang harus segera dipenuhi atau kewajiban jangka pendek. Kewajiban perusahaan kepada pihak kreditur jangka pendek maupun kewajiban dalam pembiayaan operasi perusahaan sehari-hari demi kelangsungan produksi. Aktiva lancar sebagai modal kerja akan dibandingkan dengan jumlah hutang lancar sebagai kewajiban finansial yang harus segera dipenuhi perusahaan. Likuiditas, khususnya dilihat dari kas yang tersedia dapat juga dibandingkan dengan hutang lancar yang ada. Perbandingan antara kas dengan hutang lancar disebut rasio kas (cash ratio). Rasio kas yang tinggi menunjukkan kemampuan membayar hutang lancar juga tinggi. Besarnya kas yang cukup baik dan aman menurut HG. Guthmann  adalah antara 5% s/d 10% dari aktiva lancar yang ada. Jumlah kas yang kurang dari 5% dari aktiva lancar akan menyulitkan operasi perusahaan. Standar jumlah kas 5% sampai dengan 10% ini biasanya layak untuk perusahaan manufaktur. Bagi perusahaan jasa perbankan, jumlah kas biasanya akan lebih besar lagi. Semakin besar jumlah kas yang tersedia di perusahaan, maka makin tinggi pula likuiditasnya. Persediaan kas yang terlalu besar yang berarti likuiditasnya tinggi bukan berarti perusahaan tersebut baik, sebab kas yang terlalu besar berakibat pemanfaatan kas tersebut kurang efisien karena kas tersebut menganggur dan tidak menghasilkan keuntungan.

3  Model Manajemen Kas
Model manajemen kas, ada dua macam yaitu pertama model yang dikembangkan oleh William J.  Baumol dan kedua model yang dikembangkan oleh Merton H. Miller dan Daniel Orr.
A. Model Baumol
Model manajemen kas yang dikemukakan oleh William Baumol sering disebut dengan Model Persediaan.  Baumol mengakui ada kesamaan antara manajemen kas dengan manajemen persediaan, jika ditinjau dari aspek keuangan. Baumol menyatakan bahwa saldo kas yang ada dalam perusahaan diperlakukan sama dengan persediaan barang. Model Economic Order Quantity (EOQ) yang digunakan untuk menghitung pesanan barang yang paling ekonomis. Konsep EOQ ini juga berlaku dalam perhitungan persediaan kas yang paling ekonomis atau saldo kas yang ditargetkan. Model Baumol ini mengasumsikan bahwa perusahaan menggunakan kas dengan pola yang konstan baik kebutuhan kas, aliran kas masuk maupun aliran kas keluarnya.




       C = √ 2.OD
                       
                    i
Keterangan :
            O = biaya transaksi
            D = kebutuhan kas setahun
            I = bunga sekuritas

B. Model Miller and  Orr
Model Miller dan Orr merupakan model penentuan persediaan apabila aliran kas masuk dan keluar tidak konstan. Konsep Miller dan Orr menyatakan bahwa perusahaan harus menetapkan jumlah saldo kas yang paling tinggi sebagai batas atas dan saldo kas terendah sebagai batas bawah. Apabila saldo kas telah mencapai batas atas, maka perusahaan hendaknya merubah sebagian kas tersebut ke dalam bentuk surat berharga agar saldo kas kembali pada jumlah yang ideal. Sebaliknya, apabila jumlah saldo kas telah mencapai batas minimal (batas bawah), maka perusahaan dapat merubah sekuritas yang ada menjadi kas sehingga mencapai jumlah saldo kas yang ideal.
Apabila saldo kas mengalami penurunan hingga mencapai nol, maka perusahaan harus segera mengubah sekuritasnya menjadi kas senilai saldo kas optimal. Apabila saldo kas semakin membesar, maka pada batas atas uang kas harus diubah menjadi sekuritas.
Rumus model Miller dan Orr untuk menentukan jumlah saldo kas yang optimal sebagai berikut:

       Z = ( 3 b α² )⅓
                    
                   4i

           
            Keterangan:
             b = biaya tetap untuk melakukan transaksi
             α² = variasi arus kas bersih ( penyebaran arus kas )
              i = bunga harian untk investasi pada sekuritas
             H = 3 z
             H = batas atas kas perusahaan
 

3 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. halo semuanya di sini jika Anda mencari pinjaman dengan tingkat bunga rendah dengan pengembalian 2 tingkat per tahun maka penawaran pinjaman pedro akan bagus untuk pinjaman bisnis Anda dan beberapa jenis pinjaman lain yang ingin Anda ajukan selama Anda tahu bahwa Anda dapat melakukannya pengembalian yang baik kembali sesegera mungkin kemudian hubungi mr pedro di pedroloanss@gmail.com

    BalasHapus

Model Manajemen Kas

Manajemen Kas by Binet Care on Scribd